Kenapa Ketua Bawaslu diperiksa Polisi ?

 Kenapa, News, Pernak pernik
banner 468x60

Setelah mencari sedikit informasi, ternyata setelah penetapan lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang sebagai tersangka kasus tindak pemilu, pada hari senin tanggal 17 Juni 2019 Polresta Palembang memeriksa ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan ketua KPPS 42 Kecamatan Ilir Timur II.

Pemeriksaan itu bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan guna penyelidikan kasus tindak pidana pemilu itu. Ketua KPPS 42 Kecamatan Ilir Timur II Palembang Faturrozi mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, dirinya ditanya penyidik terkait sejumlah warga yang tak dapat memilih calon presiden dan calon wakil presiden di tempat pemungutan suara (TPS) 42 dan 41.

“Petugas saat itu beralasan tidak ada surat suara capres dan cawapres di dua TPS tersebut. Akibatnya, ada beberapa warga yang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya,” kata Faturrozi, Selasa (18/6/2019).

Karena itu, KPPS melaporkan hal tersebut ke panwascam dan selanjutnya disampaikan ke Bawaslu. Menindaklanjuti pengaduan itu, Bawaslu langsung meminta KPU untuk melakukan pemungutan suara lanjutan (PSL) pada saat itu.

Namun, KPU tidak menindaklanjuti rekomendasi Panwaslu untuk menggelar PSL di TPS 42 dan 41 Kecamatan Ilir Timur II. KPU hanya melaksanakan PSL di 13 wilayah dari 70 TPS yang direkomendasikan Bawaslu.

“Walaupun direkomendasikan Bawaslu, KPU tidak melaksanakan pemungutan suara lanjutan di TPS 41 dan 42,” kata Faturrozi.

Sebelumnya diberitakan, ketua dan empat komisioner KPU Kota Palembang ditetapkan tersangka kasus tindak pidana pemilu oleh Polresta Palembang. Kelimanya yakni, EF sebagai Ketua KPU Palembang, beserta Al, YT, AB dan SA sebagai komisioner. 

“Iya sudah ditetapkan tersangka sejak Selasa (11/6/2019), nanti diperiksa lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara.

Dia mengatakan, penetapan status tersangka tersebut setelah sebelumnya penyidik Polresta Palembang menerima laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Palembang dengan tanda bukti lapor No.Pol : LPB/1105/V/2019/SUMSEL/RESTA, pada Rabu (22/5/2019).

Menurut Yon, status tersangka ditetapkan setelah polisi memeriksa 20 orang dari pelapor dan saksi ahli. Hasilnya, para komisioner KPU Palembang itu diduga telah melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu sebagaimana dimaksud dalam primer Pasal 510 subsider Pasal 554 UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

As you found this post useful...

Follow us on social media!

Mari Berbagi :

Kalimat yang berkaitan:

Kalimat terBaru

2 Responses

  1. aminah875945646agus3 Juli 2019 at 9:33 amReply

    Pemilu curang

  2. Dian Risqi (@DianRisqii)3 Juli 2019 at 9:35 amReply

    Mantabs

Tuliskan Pendapatmu...!!!